M O N U M E N P E R S N A S I O N A L
Ada yang udah pernah ke Monumen Pers Nasional ? atau jangan-jangan belum pada tau tentang Monumen ini ?
Pertanyaan kedua pernah aku alami di Tahun 2016, bahkan teman saya yang aslinya Jawa Tengah pun malah belum pernah ke Monumen ini.
Di blog kali ini, aku hanya mau share sedikit pengalaman ketika kesana, Monumen Pers ini memang buka setiap hari kecuali Hari Libur Nasional, tapi
sebaiknya datang di hari kerja aja (Senin mpek Jumat), karena terutama di Ahad ruangan lainnya dikunci.
Contohnya ketika aku berkunjung, hanya bisa melihat-lihat di gedung utama dan ruang sebelah mushola. Untuk ruangan medianya seperti kamera dan radio terkunci, serta ruangan digital dan ruang arsip koran jaman dulu.
| Warta Indonesia |
| Panorama |
Ketika
ngobrol dengan petugasnya, Aku baru tau kalau ternyata koleksi koran
jaman dulu didapatkan dari para kolektor, tidak serta merta langsung
jadi koleksi Monumen loh, tapi dilakukan pengecekan keasliannya terlebih
dahulu.
Untuk bagian digitalnya, ternyata koran lama yang di
cover menjadi tampilan digital, jadinya Monumen ini menyimpan secara
fisik (hardcopy) dan softcopy.
Di Monumen ini kalian nga hanya akan nemuin koleksi Koran aja, tapi bisa tau tokoh-tokoh yang berpengaruh dalam Dunia Pers, ada galeri mereka lengkap dengan atribut yang mereka pakai, dari busana, sepatu bahkan kamera yang mereka gunakan
Untuk masuk Monumen ini tidak dikenakan biaya, hanya dimintakan informasi tujuan berkunjung, Monumen ini juga difasilitasi perpustakaan.
T A M A N B A L E K A M B A N G
| Sejarah Taman Balekambang |
Masuk taman ini gratis loh, ya paling bayarnya hanya masuk ke dunia reptilnya dan ketika foto bersama burung, ular atau iguana-nya. Kalau pengalaman aku waktu itu, foto bersama 2 koleksi (pilihannya 3 hewan tadi) hanya bayar Rp5.000, itupun foto sepuasnya.
Aku hanya berani foto dengan burung di tangan, itupun aku sempat kaget di awal karena suaranya yang begitu keras dan melengking, hewan yang kedua adalah iguana, kalau sama yang ini aku hanya sebelahan karena jujur aja aku
geli untuk megang hewan ini. LOL
Bapaknya sebenarnya meng-GRATIS-kan aku untuk
tetap foto bersama ular, tapi berhubung aku geli "banget" sama yang
namanya Ular, makanya aku berulang kali nolak... hahaha
Di tempat ini terdapat tempat pemancingan juga, pas aku kesana ramai oleh bapak-bapak yang lagi asyik mancing. Hanya saja, sayangnya banyak yang pacaran, ketika aku ke tempat pembibitan banyak yang duduk berpasang-pasangan. hahahaha
| Ornamen Payung |
Tidak ada komentar
Posting Komentar