Cetho and Sukuh Temple ~ Jumog Waterfall

Pada awalnya saya berniat ke Terminal Tirtonadi menggunakan Batik Solo Trans atau yang sering disebut BST oleh warga Solo, namun dikarenakan telatnya keluar kost, yaitu pukul 7.20, sehingga sayapun memutuskan untuk menggunakan Gojek, dari kosan saya di Jl. Tluki ke Terminal Tirtonadi hanya dikenakan tarif Rp. 8.000,- dan hanya membutuhkan waktu 8 menit untuk tiba di terminal.

***

Untuk ke Candi Cetho, Candi Sukuh dan Air Terjun Jumog saya naik bus jurusan Solo - Tawangmangu (biasanya hanya di tulis Solo - Tw.Mangu) dan turun di Terminal Karang Pandan (bukan terminal terakhir, disarankan selama perjalanan harus siaga mendengarkan informasi lokasi dari keneknya), butuh waktu sekitar 1 jam 15 menit untuk tiba di Terminal Karang Pandan dengan tarif sekitar Rp. 10.000,-.

Untuk naik bus ini, harus siap-siap menerima kenyataan nantinya terganggu dengan adanya pengamen ya, haha. Selama perjalanan setidaknya ada 4 pengamen yang masuk bus, dan untungnya tidak ada satupun pengamen yang bersikeras untuk diberikan sedekah. Selain pengamen, ada juga kakek penjual permen jahe yang naik ketika bus berhenti di lampu merah Rumah Sakit Dr. Oen. Ketika melihat mbak didepan hanya mengeluarkan uang Rp. 2.000,- untuk permen tersebut, sayapun jadi berminat ketika melihat 1 bungkus permen tersebut berisi 10 permen, yang artinya permen tersebut murah ^-^, alasan beli bukan hanya karena murah, tapi kebetulan tenggorokan saya juga sedang tidak enak.

Saran saya bagi pengguna bus jurusan ini untuk membekali diri dengan masker, karena bus jurusan ini tidak ada yang ber-AC sehingga pintu dan jendela terbuka lebar dan tidak dapat dipungkiri banyaknya polusi udara dari bus lainnya yang masuk.

Informasi tambahan terkait rute bus Solo - Tw.Mangu, bus ini melewati Terminal Palur yang memiliki fasilitis BST, ada 2 kesimpulan yang bisa diambil :
  1. Bagi yang tinggalnya di daerah Palur tidak perlu jauh-jauh ke Terminal Tirtonadi
  2. Bagi yang jauh dari daerah Palur pun bisa menggunakan BST hingga Terminal Palur hanya dengan Tarif Rp 4.000,- walaupun nanti harus transit, dan pastinya harga bus ketika naik dari Terminal Palur sampai ke Terminal Karang Pandan tidak akan lebih dari Rp. 10.000,-
hanya saja, tidak dapat dipastikan apakah naik dari Terminal Palur masih kebagian kursi kosong atau tidak, tapi dari pengalaman saya kemarin, masih banyak yang kosong.

Beruntungnya saya hari itu, ketika tiba di Terminal Karang Pandan, mini bus jurusan Karang Pandan - Kemuning (biasa ditulis Kr.Pandan - Kemuning) akan segera berangkat sehingga tidak perlu menunggu waktu lama untuk segera ke lokasi wisata.

Dari informasi yang saya cari di Mbah Google, disarankan turun di pertigaan Nglorok / Sukuh dan dilanjutkan dengan menggunakan ojek, namun saya tidak akan menginfokan hal yang serupa karena kebetulan di bus saya bertemu dengan Ibu Niken dan Mbak Leli yang kebetulan sama-sama ingin ke Candi Cetho, setelah Ibu Niken (warga sekitar) tau ternyata ada juga yang ingin ke Candi Cetho, akhirnya beliau melakukan negosiasi dengan supir agar mendapatkan harga yang sesuai untuk diantarkan ke Candi Cetho serta Candi Sukuh. Alhasil dengan kesepakatan kami diantar kedua candi tersebut dengan tarif Rp. 50.000,- dan estimasi jalan-jalan di Candi Cetho sekitar 2 jam.

Perjalanan ke Candi Cetho melewati Perkebunan Teh dan melewati 1 destinasi yang belum sempat saya datangi karena kurangnya kendaraan disana yang membuat sayapun tidak bisa berlama-lama, yaitu Kebun Teh Ndoro Donker.


Candi Cetho
Seperti candi lainnya, Candi Cetho dan bahkan di Candi Sukuh pun diwajibkan menggunakan kain kampuh, yang makna pemakaiannya adalah :
  1. Untuk
  2. Dengan
  3. Diharapkan
Untuk kain kampuh dikenakan biaya sukarela.

Biaya masuk :
  • Candi Cetho Rp. 7.000,-
  • Taman Puri Saraswati Rp. 1.500,-
Arca Garuda dan Kura-kura
Karena lokasi wisata yang terletak di daerah perkebunan, sehingga udaranya pun sangat sejuk dan pastinya minuman pun asli dinginnya karena udara ^-^, saya sempat beli air mineral dan surprise ketika menyentuh botol yang begitu dingin (harga air mineral Rp. 4.000,-)
info tambahan, toilet dikenakan tarif Rp. 2.000,- ya...


Candi Sukuh
Hanya butuh waktu sekitar 30 menit dari candi Cetho ke Candi Sukuh menggunakan bus.
Untuk tarif masuknya pun tidak ada perbedaan dengan Candi Cetho, yaitu Rp. 7.000,- dan dikenakan biaya sukarela untuk kain kampuh.
Sayang sekali, ketika saya datang, candi ini sedang masa perbaikan sehingga bangunan inti candi ini tidak bisa dilihat real nya seperti apa.
Tidak selama di candi sebelumnya, hanya sekitar 30 menit saya menjelajahi candi ini, karena memang Candi Sukuh tidak seluas Candi Cetho.

Candi Sukuh


Air Terjun Jumog
Dari Candi Sukuh kami tidak menggunakan bus, karena kebetulan kegiatan di sekolah suami Ibu Niken (Pak Joko) telah selesai, sehingga beliaupun dapat menemani kami jalan-jalan. Hanya butuh waktu 10 menit untuk tiba di Air Terjun Jumog.

Berdasarkan informasi yang saya dapatkan, untuk ke air terjun ini dapat ditempuh hanya dengan berjalan kaki dari Candi Sukuh dan akan tiba di Air Terjun Jumog dengan kalimat sambutan yang kalau saya tidak salah ingat "Selamat anda telah menempuh 116 anak tangga".

Biaya masuk air tejun ini Rp. 5.000,- untuk pengunjung domestik, Rp. 10.000,- untuk pengunjung mancanegara.

Air Terjun Jumog
Untuk teman-teman yang hanya menggunakan kendaraan umum, sebaiknya langsung memesan ojek untuk PP karena dilokasi ketiga wisata tersebut tidak terdapat ojek pangkalan.

Semoga bermanfaat ..
SHARE:

Tidak ada komentar

Posting Komentar

© Yeyen Yunita. All rights reserved.
Blogger Template Made By pipdig