Udah pertengahan bulan Maret 😆 dan ini adalah postingan PERTAMA di tahun 2019.
lama banget nga ngurusin blog 😓
Kali ini aku mau sharing kegiatan Idul Adha 3 tahun lalu 😁, postingan ini sebenarnya udah jadi draft sejak September tahun lalu tapi karena masih berupa catatan dan waktu mikir buat ceritanya yang nga cukup, jadinya kelamaan dianggurin.
Ok ! jadi ceritanya September 2016 aku lagi dinas di Surakarta dan pas banget tanggal 12 September itu Hari Raya Idul Adha, daripada diem di kos, jadinya aku milih untuk jalan-jalan ke Grojogan Sewu, waktu itu aku berangkat sekitar jam 8 menggunakan bus jurusan Solo - Tawangmangu dari Terminal Tirtonadi dengan tarif Rp.15.000, aslinya sih sebenarnya hanya Rp.12.000, tapi mungkin karena kurang penumpang kali ya jadinya lebih mahal (positive thinking. haha).
Perjalanannya nga nyampe 2 jam loh untuk tiba di Terminal Tawangmangu, selanjutnya aku naik ojek ke Grojogan Sewu, pangkalan ojeknya terletak sebelah kanan ketika keluar dari terminal. Untuk tarif sekali naik Rp.10.000 sedangkan untuk yang antar jemput tarifnya Rp.20.000, di antar ke lokasi wisata aja nga masalah sih sebenarnya karena di lokasi wisatapun terdapat pangkalan ojek, hanya saja kadang tukang ojek yang di terminal suka nawarin langsung untuk antar jemput dengan alasan di lokasi wisata susah ojek (padahal nyatanya ... hahahaha) dan kata tukang ojeknya kalau mau di jemput, janjian aja mau di jemput jam berapa.
 |
| Yokoso Grojogan Sewu (Dokumentasi Pribadi) |
Per September 2016 tiket masuk untuk turis lokal Rp.15.000, sedangkan turis mancanegara Rp.160.000, lebih dari 10x lipat dooooong 😂 (itu harga 3 tahun lalu, nga tau dech skarang jadi brapa), oh ya ! tapi harga tersebut hanya berlaku di hari libur, untuk hari biasa tarifnya hanya Rp.12.500. Yang harus dijadiin perhatian, untuk kalian yang mau kesana dan bawa makanan atau minuman harus berhati-hati karena di lokasi wisata ini banyak banget kera.
 |
| Perbedaan Tarif Masuk Ketika Libur dan Hari Biasa (Dokumentasi Pribadi) |
 |
| Kera Penghuni Grojogan Sewu (Dokumentasi Pribadi) |
Sayangnya karena keterbatasan waktu, jadinya aku nga nge-eksplor keseluruhan isi lokasi wisata ini, yang saya fokuskan hanya sampai ke waterfall nya aja, tapi yang pasti ketika jalan ke air terjunnya, aku liat kolam untuk anak-anak, sarana toilet dan mushola, tempat jualan makanan pun ada, sempat ingin coba mesen makanan, tiba-tiba liat kera, niat mesenpun hilang, takut malah berseteru dengan sang kera. haha (kan nga lucu klo beneran berseteru ma mreka), kalau berdasarkan petanya, terdapat kolam ikan dan kolam dewasa juga. Bagi yang malas jalan kaki untuk balik ke atas (pintu masuk), deket dari air terjun ada pangkalan kuda, tapi maaf aku nga bisa ngasih info apakah dari lokasi tersebut untuk menunggang kuda hingga kembali ke pintu masuk (jujur aja aku kewalahan ketika balik lagi keatas, cukup membuat badan serasa remuk).
 |
| Peta Grojogan Sewu (Dokumentasi Pribadi) |
 |
| Jalan Menuju Air Terjun (Dokumentasi Pribadi) |
 |
| Kurang Lebih 81 Meter (Dokumentasi Pribadi) |
 |
| Air Terjun !! (Dokumentasi Pribadi) |
Pas balik lagi ke Terminal Tawangmangu, banyak berjejer gerobak yang menjual molen, langsung aja aku nanya ke tukang ojeknya, di "Tawangmangu terkenal molen apa gimana, kog banyak yang jualan molen ?" dan ternyata benar aja, kata si tukang ojek disini memang khasnya molen dan mungkin karena tau aku ingin beli untuk jajan di bus, bapaknya berbaik hati nunjukkin gerobak penjual molen yang kayaknya terlaris di terminal.
Saran nih ya untuk teman-teman yang ingin ke Grojogan Sewu dan wisata lainnya di daerah Tawangmangu menggunakan kendaraan umum, perkirakan waktu jalan-jalannya, karena dihari libur seperti libur lebaran idul adha yang aku alamin 3 tahun lalu, bus Solo-Tawangmangu susah, paling telat dari Tawangmangu ke solo kemungkinan jam 1 atau jam 2 siang. tidak seperti hari-hari biasanya yang ada hingga jam 4 sore.
yattaaaaaaa !! 👏🎉
akhirnya selesai juga sharing tentang Grojongan Sewu yang tertunda selama 6 bulan 😁😂
Tidak ada komentar
Posting Komentar